BLOGGER TEMPLATES AND Google Homepages »

Jumat, 30 Maret 2012

RESUME 2


PERILAKU KONSUMEN
Perilaku konsumen adalah apa yang konsumen lakukan untuk mengambil keputusan dalam kegiatan membeli suatu barang atau jasa dengan cara mencari.mengevaluasi, menilai, dan memilih barang atau jasa agar sesuai dengan yang mereka butuhkan sehingga dapat memuaskan keinginan konsumen itu sendiri.

Konsumen adalah seseorang yang menggunakan atau mengkonsumsi barang atau jasa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian adalah sebagai berikut :

  1. Faktor personal : tingkat Pendapatan konsumen, kebutuhan konsumen, gaya hidup (life style), kepribadian diri, umur, pekerjaan dan pengalaman terhadap dan barang atau jasa yang dibelinya.
  2. Faktor Lingkungan : keluarga, budaya, grup tatap muka, situasi, peran dan status.
  3. Faktor Marketing Strategy : produk pasar, harga pasar, periklanan dan pendistribusian.
  4. Faktor Psikologi : Motivasi, Persepsi, dan Pembelajaran.
Terdapat pendekatan-pendekatan yang dapat dipakai untuk mempelajari tingkah laku konsumen yaitu :

  1. Teori Kardinal ( Cardinal Theory) yaitu kepuasan konsumen dapat diukur dengan suatu ukuran satuan misalnya uang, berat dan panjang.
  2. Teori Ordinal ( Ordinal Theory ) yaitu kepuasan konsumen tidak dapat diukur dengan suatu ukuran satuan atau tidak dapat dihitung tapi bisa dibandingkan misalnya kita membandingkan warna baju mana yang paling cerah untuk dibeli agar pantas ketika dipakai.
Jenis–jenis elastisitas permintaan dan penawaran :


  • ElastisitasHarga
  • ElastisitasSilang
  • ElastisitasPendapatan

Kamis, 29 Maret 2012

RESUME 1


PENENTUAN HARGA, PERMINTAAN DAN PENAWARAN

 

Didalam kegiatan ekonomi ada dua jenis kegiatan yang saling berkesinambungan dan mempengaruhi penentuan harga barang itu sendiri yaitu permintaan dan penawaran. Walaupun kedua kegiatan tersebut saling terkait namun isi dari kegiatan tersebut bertolak belakang begitupun dengan hukum yang mendukung permintaan dan penawaran. Berikut ini adalah penjelasannya :
  1. Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu yang dipengaruhi beberapa factor yaitu harga barang, selera konsumen, tingkat pendapatan konsumen, jumlah penduduk dan perkiraan harga masa depan (ekspektasi). Hukum ekonomi yang mendukung permintaan adalah bila harga barang naik maka, jumlah barang yang diminta konsumen akan turun namun jika harga barang turun, maka jumlah barang tersebut yang diminta konsumen akan naik. Dalam kegiatan permintaan ini lebih cenderung mengarah ke sudut pandang konsumen itu sendiri.
  2. Penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu yang juga dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu Harga barang, Biaya produksi, teknologi yang digunakan, pajak, harga perkiraan masa depan. Hukum ekonomi yang mendukung penawaran adalah bila harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan naik. Sedangkan bila harga turun, maka jumlah barang yang di tawarkan juga akan turun. Dalam penawaran lebih cenderung mengarah ke sudut pandang produsen.
Hukum ekonomi diatas tidak mutlak harus terjadi seperti itu karena dalam kondisi pasar di Indonesia tidak selalu bisa seperti hukum diatas karena bisa kita lihat ketika harga Bahan-bakar Minyak naik tidak ada penurunan permintaan dari konsumen sendiri disebabkan kebutuhan tinggi akan BBM di Indonesia sangat tinggi dalam masyarakat saat ini.

Selasa, 27 Maret 2012

MAKALAH PERILAKU PRODUSEN


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehinga kami dapat menyelesaikan makalah Perilaku Produsen ini dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memahami pengertian perilaku produsen yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia organisasi perusahaan.
 
Penyusun membuat makalah ini dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.
Terima kasih.

BAB I
PENDAHULUAN


 
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam organisasi perusahaan kita tidak akan bisa lepas dari ruang lingkup ekonomi karena salah satu tujuan perusahaan teresebut didirikan adalah agar mendapatkan suatu keuntungan dalam segi ekonomi, oleh karena itu perilaku produsen adalah salah satu ruang lingkup ekonomi yang patut kita pelajari agar tujuan dari organisasi perusahaan dapat terpenuhi.
Salah satu bagian dari ruang ekonomi adalah mempermasalahkan kemampuan produsen, pada saat menggunakan sumber daya (input) yang ada untuk menghasilkan atau menyediakan produk yang bernilai maksimal bagi konsumennya.
Pembahasan tentang perilaku produsen inilah yang kemudian diangkat sebagai tema untuk melihat sejauh mana sebuah perusahaan dalam memproduksi kebutuhan konsumen-konsumennya. Sehingga kendala pada pengambilan keputusan seberapa banyak peralatan produksi dan jumlah tenaga kerja untuk memenuhi permintaan konsumen-konsumennya.

 
B. RUMUSAN MASALAH
  1. Apa itu produsen dan produksi?
  2. Apa saja faktor dan tujuan produksi?
  3. Apa itu fungsi produksi?
  4. Bagaimana pengaplikasian fungsi produksi?
  5. Bagaimana cara mengoptimalkan produksi?
  6. Bagaimana cara penghitungan fungsi produksi dan Least Cost Combination ?
  7. Kenapa dibutuhkan penghitungan fungsi produksi dan Least Cost Combination?

 
C. TUJUAN
Penulisan makalah ini ditujukan untuk mencapai keputusan yang harus di ambil oleh sebuah perusahaan, berapa banyak penggunaan input sehingga menghasilkan keuntungan maksimal bagi perusahaan.

 
 D.   BATASAN MASALAH
Pada penulisan makalah ini, Penulis akan membahas mengenai bagaimana perilaku produsen dengan melihat bagaimana fungsi produksi baik dengan menggunakan faktor satu variabel maupun dengan dua variabel?

 
BAB II
PEMBAHASAN

 
A. PRODUSEN DAN PRODUKSI
Produsen adalah orang atau suatu badan perusahaan yang berperan dalam menaikan nilai guna suatu barang atau jasa sehingga dapat menghasikan barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sedangkan Produksi adalah kegiatan mengubah suatu bahan baku atau sumber daya alam menjadi suatu barang yang dapat berguna bagi konsumen sehingga menaikkan nilai jual dan guna barang tersebut, atau sumber daya manusia yang dapat menjadi suatu jasa yang dapat berguna bagi konsumen sehingga menghasilkan nilai jual dan guna jasa tersebut.

 
Dalam kegiatan produksi terdapat skema produksi seperti pada gambar diatas. Skema yang pertama adalah bahan input apa yang akan di proses, setelah input selesai maka terjadi proses perubahan bentuk atau perubahan nilai guna barang atau jasa, setelah proses selesai kemudian akan muncul outputnya yaitu suatu barang atau jasa yang bisa dijual atau dipasarkan kepada distributor untuk didistribusikan kepada konsumen atau dari produsen langsung didistribusikan kepada konsumennya.
Seperti dalam produksi Air minum dalam kemasan atau Air mineral yang diproduksi oleh sebuah perusahaan yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia yaitu Aqua . Perusahaan tersebut mengambil air dari mata air murni di Babakan Pari, Gunung Salak. Kemudian mereka proses mata air tersebut dengan langkah-langkah yang telah menjadi prosedur perusahaan tersebut agar kualitas air menjadi lebih layak untuk dikonsumsi. Setelah proses selesai lalu keluarlah outputnya atau hasil dari proses tersebut yaitu air mineral dalam kemasan yang siap didistribusikan ke konsumen dan distributor. Namun dalam perilaku produsen, tidak hanya skema diatas yang dijalani tetapi banyak proses lain yang harus dijalani agar tercapai tujuan dari perusahaan tersebut, antara lain menghitung berapa maksimal barang yang dapat dihasilkan atau diproduksi dengan biaya seminimal mungkin sehingga terjadi keuntungan maksimal dalam perusahaan.

Contoh perilaku produsen :
  1. Produsen mencari keuntungan dengan menghasilkan barang atau jasa sebanyak-banyaknya dengan modal yang seminimum mungkin.
  2. Produsen memberikan Diskon kepada pembeli atau konsumen yang membeli barang dalam jumlah yang banyak yang telah diakantentukan produsen itu sendiri.
  3. Produsen mematok biaya produksi berdasarkan faktor input produksi tersebut, sehingga ketika harga salah satu faktor input naik, maka harga jual hasil produksi pun akan ikut naik.
  4. Selain produsen menghasilkan barang atau jasa sesuai kebutuhan konsumen, produsen juga menghasilkan barang atau jasa sesuai trend atau sesuatu yang sedang banyak diminati oleh masyarakat.
  5. Produsen juga mengadaptasi isu global atau keadaan sosial yang sedang terkenal saat itu untuk memasarkan barang atau jasa yang mereka jual.
  6. Produsen juga memberikan diskon besar-besaran untuk barang yang sudah lama disimpan di gudang atau biasa disebut cuci gudang. 

    Produksi mempunyai beberapa faktor yang harus dipenuhi, yaitu:
    1. Sumber daya alam
          Contoh : Air, Tanah, Tanaman, Hewan, Udara, Matahari, Bahan-bahan tambang mineral, dan lain-lain.
    2. Sumber daya manusia.
          Sumber daya manusia terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
      1. Tenaga Kerja Terdidik.
            Contoh : Manajer Produksi yang tugasnya bertanggung jawab, mengatur dan mengelola segala kegiatan produksi agar hasilnya maksimal.
      2. Tenaga Kerja Terlatih.
            Contoh : Tenaga Produksi atau buruh kerja, Security, Driver, dll.
      3. Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih.
            Contoh : Office Boy/Girl ,Buruh Angkut, dll.
    3. Sumber modal.
          Modal adalah sesuatu yang dibutuhkan seorang produsen atau perusahaan produsen untuk bisa memulai produksi agar menghasilkan suatu barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen, atau untuk menambah dan memperluas produksi agar dapat memenuhi permintaan konsumen.
      Dari kegiatan produksi ada beberapa tujuan yang akan tercapai yaitu :
      1. Menghasilkan barang untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
      2. Mendapatkan keuntungan.
      3. Memaksimalkan sumber daya yang ada.
      4. Meminimalkan biaya produksi.
      5. Mengganti barang yang telah habis atau yang rusak.
      6. Memaksimalkan hasil produksi.
      7. Mencari tambahan modal.
      Fungsi Produksi.
      Fungsi produksi adalah model matematis yang menunjukkan hubungan antara jumlah inputan produksi yang dipakai dengan jumlah output barang atau jasa yang dihasilkan dari proses produksi. Secara matematis dapat dinyatakan :
      X = f ( A1, A2, A3,...)
      X : output yang dihasilkan
      (A1,A2,A3,...) : input yang dipakai
      Sifat fungsi produksi terdapat dalam suatu hukum ekonomi yaitu : "The Law of Diminishing Returns"  (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang). Hukum ini menyatakan bahwa jika salah satu input ditambah dengan input lain yang dianggap tetap maka hasil output dari pertambahan input tadi mula-mula akan bertambah, tetapi lama kelamaan akan menurun menurun setelah sampai pada titik maksimalnya jika input terus menerus ditambah.
      Kondisi hukum diatas dapat kita liat ketika suatu produsen Tahu menambahkan jumlah kacang kedelai namun jumlah pekerja, mesin dan faktor inputan produksi lainnya dalam kondisi tetap. Jumlah tahu yang dihasilkan memang akan meningkat karena bahan baku kacang kedelai pun bertambah, tetapi ketika kacang kedelai terus menerus ditambah maka proses produksi akan menjadi semakin tidak efektif karena lama kelamaan para pekerja tidak akan sanggup mengerjakan tugas membuat tahu yang semakin banyak ,dan bahan-bahan pembuat tahu yang lain juga tidak bertambah sehingga kacang kedelai tidak semuanya dapat diproduksi menjadi tahu dan akhirnya hasil produksi akan menurun seiring berjalannya waktu produksi.

      B. PRODUKSI OPTIMAL
      Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal akan tercapai ketika tidak mungkin mengurangi output produksi yang lain untuk meningkatkan output.

      Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantity (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan. Metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimun. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biaya persediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
      Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode EPQ menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
      1. Barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
      2. Selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
      3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.

      Penentuan Volume Produksi yang Optimal

      Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variable saja. Biaya variable dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sbb :

      1. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
      2. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).
      Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :

      1. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
      2. Biaya modal (opportunity cost of capital)
      3. Biaya keusangan
      4. Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
      5. Biaya asuransi persediaan
      6. Biaya pajak persediaan
      7. Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
      8. Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.
      Apabila salah satu biaya diatas naik, maka biaya produksi pun akan naik seperti pada kondisi Indonesia saat ini yang menghadapi kenaikan BBM, para produsen akan menaikkan harga hasil produksi mengikuti harga BBM yang bertambah kemudian tidak menutup kemungkinan harga bahan baku dan biaya-biaya lain dalam proses produksi pun ikut naik seiring dengan kenaikkan harga BBM sehingga mau tidak mau walaupun produsen sudah menekan biaya produksi menjadi seminimal mungkin tapi harga hasil produksi pun harus naik agar tidak terjadi kerugian bagi produsen.



      C. LEAST COST COMBINATION


      Least cost combination digunakan untuk menentukan kombinasi yang mana memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. Dalam least cost combination terdapat istilah isoquant dan isocost. Isoquant atau disebut juga isoproduct curve adalah kurva yang menunjukan hubungan antara berbagai kemungkinan kombinasi 2 variabel input dengan tingkat output tertentu. Sebagai contoh dalam hal ini variabel yang digunakan adalah Tenaga Kerja dan Modal.

      Tabel Kombinasi Tenaga Kerja dan Modal untuk menghasilkan 100, 200, dan 300 unit produk.

      Kombinasi 
      Tenaga Kerja 
      Modal 
      2 
      16 
      4 
      11 
      7 
      7 
      11 
      3 
      16 
      1 

      Dari tabel diatas dapat dibuat kurva isoquant, contoh :



      Sementara itu Isocost atau disebut juga garis ongkos sama adalah kombinasi faktor-faktor produksi yang dapat diperoleh dengan cara mengeluarkan sejumlah biaya tertentu. Untuk dapat menggambar grafik isocost ini harus diketahui uang yang tersedia dan harga masing-masing faktor produksi.

      Contoh : Modal tersedia $500, harga Tenaga Kerja $15,- per unit dan modal $8,- per unit.









      Untuk dapat mencapai tingkat produksi optimal dengan biaya minimum bisa menggunakan kurva bersinggungan antara isoquant dan isocost dengan syarat :



      disebut Marginal Rate Of Technical Subsitution (MRTS) yaitu jumlah input (x1) harus ditambah jika input (x2) dikurangi agar output yang dihasilkan tetap. Syarat inilah disebut Least Cost Combination.


      Contoh dari cara meminimalkan ongkos produksi jika hasil output sudah di ketahui dengan data sebagai berikut : Toko sepatu memiliki modal tersedia $8.000, harga Tenaga Kerja $10,- per unit dan modal $25,- per unit dan jumlah yang diproduksi 200 unit sepatu.



      BAB III
      PENUTUP

      KESIMPULAN
        Seluruh materi-materi yang disampaikan adalah hal-hal yang harus dilakukan pengusaha untuk meningkatkan hasil produksi sehingga tujuan mendapat keuntungan pun dapat tercapai. Untuk memaksimalkan hasil produksi harus memenuhi beberapa konsep penting dalam perilaku produsen yaitu :

        1. Faktor Produksi
        2. Fungsi Produksi
        3. Law of diminishing returns
        4. Least Lost Combination
        Perilku produsen juga mengajarkan kita untuk lebih teliti dalam memberikan harga jual yang tidak merugikan produsen dan juga tidak memberatkan konsumen sehingga daya konsumsi pun stabil karena selain konsumen membutuhkan barang atau jasa yang dihasilkan produsen, konsumen juga mampu membeli barang atau jasa yang di jual.




        DAFTAR PUSTAKA


        http://bagus.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9993/Slide_BAB_V.ppt

        http://nuhfil.lecture.ub.ac.id/files/.../mikro-5-perilaku-produsen-nuhfil.pdf

        http://ahmadsubagyo.com/...mikro/05-TEORI-PRODUKSI-1-DAN-2.pdf

        http://dwizeru.wordpress.com/2011/05/28/perilaku-produsen/

        http://ambrosiusnurhadiprasetyo.blogspot.com/2012/03/perilaku-produsen.html

        http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/produksi-optimal/






        NAMA    : AGNES SEPTIANI NOOR (10110283)

                 ERLINA (12110403)

                 M. ABDUL ROSYID (19110581)

                 TEDY ADHINEGORO (19110176)


        KELOMPOK 3

        KELAS 2KA35

      persembahan untuk Almarhum kakek

      Tanggal 25 Maret 2012 lalu tepat 2 Tahun meninggalnya Almarhum Kakek saya tercinta. Masih terkenang dibenak saya saat berita duka tersebut terdengar ditelinga saya, saat itu adalah hari keempat saya melaksanakan Ujian Nasional untuk tingkat SMA, Adik saya yang sudah terlebih dahulu pergi kampung halaman bersama mama, mengirim SMS mengabarkan kabar duka, namun saya masih tak percaya, tapi tak lama kemudian papa saya menelepon dan meminta saya berhati-hati sendirian dirumah karena papa mau menyusul mama dan adik saya yang sudah ada di Sukabumi. Saat itu baru saya sadar bahwa kakek saya satu-satunya telah tiada, nyawanya telah direnggut oleh penyakit komplikasi yang dideritanya selama bertahun-tahun.

      Kakek adalah seorang suami yang sangat mencintai istrinya, menyayangi anaknya dan menjaga cucu serta cicitnya. Mama sering menceritakan tentang kakek, bagaimana dulu kakek mendidik anak-anaknya dengan sangat disiplin sehingga sekarang semua anak-anaknya menjadi orang yang mandiri dan kuat menghadapi kondisi apapun. Kemudian sewaktu umurnya masih belasan tahun, kakek telah menikahi nenek saya , kakek juga ikut bergabung dengan Angkatan Laut dan sempat hilang 3 bulan terapung-apung dilautan. Tidak heran kakek kuat menanggung penyakitnya selama bertahun-tahun karena kakek saya adalah salah satu orang yang ikut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia sampai rela mengorbankan jiwa raganya. Tidak hanya itu, kakek saya juga pernah mendapat penghargaan dari presiden soekarno karena dedikasinya sebagai anggota DPRD Sukabumi ketika masa orde lama. Beliau adalah orang yang aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat, beliau pun menjadi ketua PMI dan Ketua Komite seluruh sekolah di Sukabumi. Tapi dengan kesibukannya, beliau tidak pernah meninggalkan dan melupakan anak istrinya.

      Kakek yang dikenal oleh anak,cucu dan cicitnya adalah sesorang yang sangat disiplin, dulu ketika kami cucunya berkumpul dirumah kakek, kami tidak diperkenankan untuk makan disembarang tempat, kami harus makan di meja makan yang ada. Padahal bagi saya dan sepupu saya, itu adalah hal yang tidak menyenangkan karena anak seumuran kami saat itu lebih senang makan bersama sambil menonton TV. Kamipun banyak mendapat larangan ketika asik bermain. Akhirnya kami menjadi cucu yang sedikit durhaka :P kami terkadang berkerjasama untuk menjahili kakek untuk memperlihatkan ketidak sukaan kami terhadap sikap kakek yang menurut kami terlalu kolot, namun seiring berjalannya waktu, kakek semakin tua, beliau tidak bisa lagi mengontrol kami juga yang semakin tumbuh besar akhirnya peraturan yang ketak dirumah kakek pun sedikit demi sedikit mulai melonggar, kami pun sudah bebas makan dimana saja hingga saat ini, bermain sesuka hati kami. Namun semua itu terasa kurang tanpa kehadiran kakek yang ternyata sangat amat menyayangi kami semua. Kakek yang berwatak keras dan selalu disiplin teryata menanamkan sikap yang positif kepada semua keturunannya, beliau berhasil menciptakan keduabelas anak-anaknya menjadi pribadiyang berkualitas, pribadi yang kuat secara mental dan fisik, berguna bagi sekitarnya dan rukun dengan sesama saudara.

      Sikap dan Perilaku kakek pun menurun  kepada cucu dan cicitnya yang mempunyai pribadi yang kritis, hampir semua aktif dan mudah bergaul dengan lingkungannya. Kami semua menyesal telah sempat menyakiti kakek semasa hidupnya, karena kakek telah banyak mengisi kehidupan kami dengan hal positif dan kakek bukan orang yang kejam seperti yang kami pikirkan karena ketika 1 Tahun peringatan kematian kakek, kami menemukan buku catatan kecil kakek yang berisi tentang semua orang-orang yang dia cintai. Pada halaman pertama berisi tanggal dan kisah beliau ketika menikahi nenek kami yang cantik. Halaman selanjutnya beliau mencatat semua Nama, tanggal dan jam lahir serta kejadian-kejadian penting dalam hidup anak-anaknya, tidak ketinggalan kami semua cucunya pun menjadi bagian dari buku catatan yang sudah usang tersebut. Kami semua terkaget-kaget karena kami saja tidak pernah memperhatikan hal yang dicatat kakek. Tapi beliau menulis semua dan menyimpannya dengan rapih, sehingga kami masih bisa membaca tulisan tangannya yang sangat indah.

      Kakekku tersayang.... mungkin saya tidak dapat memenuhi permintaanmu yang menginginkan saya menjadi dokter spesalis jantung tapi hingga detik ini saya berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari kakek, lebih sukses dari kakek, agar kakek tidak menyesal telah menggantungkan harapan pada saya.

      Kakek Doa ku selalu menyertaimu agar menerangkan kuburmu...
      Terima kasih kau telah hadir dalam kehidupan ini dan menjadi inspirasi bagi semua keturunanmu dan orang lain.... :)

      Kamis, 15 Maret 2012

      Perhatikan !

      Baru saja tadi saya melihat facebook teman saya yg mengupload foto anaknya yg baru lahir, padalah pernikahan mereka belum menginjak umur 7bulan seingat saya. hal seperti ini bukan hanya kali ini saya temui, zaman sekarang banyak orang sudah tidak lagi malu dengan menikah muda karena sudah hamil duluan, bukan hanya anak muda saja yg banya melakukan hal tersebut, tetapi ada juga orang dewasa yg sudah pernah menikah tetapi melakukan hal yg labil seperti itu contohnya yg kita telah ketahui salah diva indonesia yg menikah dengan pengusaha negara tetangga yg menikah setelah mengandung sang bayi terlebih dahulu.

      saya sangat amat prihatin dengan kondisi budaya Indonesia yg semakin bergeser saat ini, orang-orang yg melakukan hubungan intim sebelum menikah dan akhirnya menghasilkan buah hati mereka dapat menikah resmi dengan mudahnya, padahal sebagian besar mereka yg melakukan pernikahaan setelah 'kecelakaan' adalah anak di bawah umur yg belum mengerti apa artinya pernikahan dan komitmen hidup bersama selamanya dengan pasangan, yg mereka tahu hanyalah pelampiasan nafsu sesaat yg dampaknya belum terfikirkan oleh mereka sendiri. Akhirnya angka perceraiaan pun meningkat karena pada akhirnya di tengah hubungan pernikahaan mereka banyak muncul ketidak cocokan emosional sehingga jalan perceraiaan adalah langkah paling sering di ambil. Korbannya bukan hanya pasangan tersebut yg telah menyia-nyiakan waktu mereka dengan hubungan pernikahaan yg hanya seumur jagung yg padahal telah ditukar dentgan masa depan mereka yg kebanyakan harus putus sekolah bagi pihak wanita dan menerima kondisi menjadi ibu muda di masa remaja yg harusnya dinikmati dengan bermain bersama teman-temannya, sedangkan pihak pria yg mendadak harus memikul tanggungjawab  besar dalam pernikahaan yg harusnya di usianya sang pria dapat bermain dengan teman-temannya, menuntut ilmu dengan tenangnya, tapi dengan status suami dan ayah muda maka kegiatan itu sangat terbatas sehingga menimbulkan tingkat stress yg tinggi dalam hubungan pernikahan.

      Anak adalah korban utama dalam kondisi ini, mereka yg tidak tahu apa2 harus menghadapi kenyataan bahwa mereka bukan anak yg benar2 diinginkan seperti teman-temannya yg lahir berdasarkan keinginan kedua orang tua bahkan keluarga besar mereka. Anak akan mempunyai resiko tingkat stress lebih tinggi sehingga banyak pelampiasan yg mereka cari diluar rumah dan tidak menutup kemungkinan juga narkoba, minuman keras, rokok dan sex bebas menjadi teman pelampiasan sang anak ketika beranjak remaja. Untuk anak korban perceraiaan pun hampir sama, mereka harus memilih diantara kedua orangtuanya, yg harusnya mereka bisa dapat kasih sayang yg seimbang dari kedua orangtua setiap harinya , namun ketika perceraian terjadi, mereka harus mengatur jadwal untuk mendapatkan perhatian dari kedua orangtua.

      Apakah kondisi seperti ini tidak menyedihkan teman-teman?
      Ini adalah kondisi rill yg terjadi disekitar kita...
      Nafsu sesaat hanya memberikan kenikmatan sesaat, sedangkan akibat yg akan ditanggung bukan hanya dalam jangka pendek, tapi bisa dalam jangka panjang,..
      Untuk para wanita, marilah kita jadi wanita yg lebih cerdas, jadikan diri kita menjadi lebih berharga dimata para pria, buat mereka yg membutuhkan kita seumur hidupnya, bukan kita yg butuh mereka sehinga kita wanita di injak2 harga dirinya untuk mendapatkan mereka. Ayo wanita! kita bangkit agar diri kita dan keturunan kita menjadi orang yg hidup dengan dihormati dan dihargai orang banyak kemudian kebahagiaan pun akan datang ketika semua usaha telah kita lakukan untuk menjadi orang baik dan jadi yg terbaik dalam kehidupan :)

      kesan pertama :)

      Hari ini pertemuan pertama saya dengan Dosen yg mengajar mata kuliah Teori Organisasi Umum 2, beliau adalah Ibu Ira Phajar Lestari. Ibu dosen yang satu ini berbeda dengan ibu dosen yang sebelumnya mengajar mata kuliah yang sama, saat beliau masuk kelas hal pertama yg saya perhatikan adalah cara beliau berpakaian yg membuat saya kagum :P kebetulan saya orang yg tertarik dengan dunia fashion jadi saya orang yg senang melihat cara orang lain berpakaian ,karena menurut saya, dari cara berpakaian seseorang dapat terlihat bagaimana dia perduli dengan dirinya sendiri dan orang lain.

      Ternyata pemikiran saya ada benarnya,ibu dosen saya yg satu ini mengajar dengan cara mengajak para mahasiswanya perduli terhadap sesama dan memberikan masukkan-masukkan yg berarti bagi mahasiswanya. Pengaplikasian beliau terhadap materi kuliah dengan kehidupan sehari-hari pun sangat mengena sehingga materi yg disampaikan dapat dimengerti, bahasa yg digunakan ibu pun mudah dicerna oleh mahasiswa.
      Namun ketika beliau memberikan tugas kuliah, saya terkejut, karena baru kali itu seorang dosen memberikan beberapa tugas sekaligus pada tatap muka pertama. Kemudian ada hal lain yg menurut saya harus diperbaiki oleh beliau, yaitu cara beliau memberikan rincian tugas terlalu cepat, sehingga ternyata setelah pulang kuliah, teman-teman saya banyak yg menanyakan kembali bagaimana cara mengerjakan tugas-tugas itu, apa saja tugasnya, sehingga terjadi banyak versi tentang tugas tersebut  :(
      namun secara keseluruhan beliau membawa pengaruh positif terhadap proses belajar saya dan teman-teman sekelas hari ini :)
      semoga banyak dosen lain seperti beliau dalam memotivasi mahasiswanya :D

      Free Heart Bow Arrow Cursors at www.totallyfreecursors.com